California Bergabung Dengan Pemerintah Amerika Serikat Demi Gugat Google dalam Kasus Anti Monopoli

- 12 Desember 2020, 13:13 WIB
Ilustrasi Google.
Ilustrasi Google. /PIXABAY/

“Orang-orang menggunakan Google karena mereka memilih, bukan karena terpaksa, atau karena mereka tidak dapat menemukan alternatif,” kata juru bicara Google.

Dikutip Majalengka.Pikiran-Rakyat.com dari Tasikmalaya.Pikiran-Rakyat.com, sebelumnya kelompok partisipan negara bagian AS melayangkan gugatan yang sama kepada Google.

Baca Juga: Berjanji Datangi Polda Metro Jaya Hari Ini, Habib Rizieq Shihab: Saya Tidak Pernah Lari

Kelompok partisipan tersebut terdiri dari Colorado, Iowa, Nebraska, New York, Carolina Utara, Tennessee, dan Utah atau disebut dengan kelompok Colorado/Nebraska.

Texas telah memimpin sekelompok Jaksa Agung dari 50 negara bagian untuk melakukan penyelidikan terhadap Google pada September 2019.

Sedangkan upaya penyelidikan yang dilakukan oleh kelompok Colorado/Nebraska lebih luas lagi.

Baca Juga: Pantat Panci Gosong Bisa Kinclong Lagi dengan Campurkan 3 Bahan Ini, Oleskan dan Tunggu 30 Menit!

Salah satu sumber menunjukan adanya laporan media baru-baru ini mengatakan FBI sedang menyelidiki tuduhan Jaksa Agung Ken Paxton menyalahgunakan kantornya untuk donor politik.

Selain itu beberapa pembantu Paxton, yang menjadi pelapor, mengundurkan diri dan dipecat, salah satunya adalah orang-orang yang merupakan kunci Google.

Untuk itu pihak Texas sedang berupaya mencari penggantinya, mereka telah mempromosikan Shawn Cowles menjadi Wakil Jaksa Agung untuk litigasi perdata. Namun upaya yang dilakukan mengalami penundaan.

Halaman:

Editor: Asytari Fauziah

Sumber: ANTARA PR Tasikmalaya


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah